Gubernur Sultra Perkuat Sektor Pertanian, Ratusan Alsintan Digelontorkan ke Petani

SULTRA234 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari-  Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) memberikan perhatiannya terhadap penguatan sektor pertanian dngan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) bagi petani di daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian RI di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Hasilnya, ratusan alsintan berhasil diguyurkan ke Sulawesi Tenggara sejak 2025 hingga 2026. Bantuan tersebut meliputi 100 unit traktor roda dua (TR-2), 52 unit traktor roda empat (TR-4), 10 unit mesin panen combine harvester, 25 unit pompa air ukuran tiga inci, serta tiga unit drone untuk kebutuhan pemupukan dan penyemprotan pestisida.

Penyaluran alsintan terus dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra. Terbaru, bantuan disalurkan ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur pada awal April, dipimpin langsung oleh Kepala Distanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik.

BACA JUGA  Ekonomi Sultra 2025 Tumbuh 5,79 Persen, Sejalan dengan Misi Ekonomi ASR–Hugua

Sebanyak empat kelompok tani menerima bantuan traktor roda dua, masing-masing satu kelompok di Konawe dan tiga kelompok di Kolaka Timur.

Sementara itu, enam kelompok tani di Kolaka Timur, khususnya di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai yang terdampak kekeringan ekstrem, mendapatkan bantuan pompa air sebagai langkah mitigasi.

Memasuki triwulan kedua 2026, Pemerintah Provinsi Sultra kembali memperoleh tambahan 40 unit traktor roda dua.

Bantuan tersebut seiring dengan program perluasan cetak sawah seluas 10 ribu hektare yang disampaikan oleh . Dengan tambahan ini, total program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare.

BACA JUGA  Bank Sultra Salurkan Voucher Belanja di Gerakan Pangan Murah Kendari

Distribusi alsintan dilakukan secara proporsional berdasarkan luas lahan baku sawah di masing-masing daerah. Sistem penggunaannya bersifat pinjam pakai, sehingga dapat dimanfaatkan secara bergilir oleh kelompok tani lain setelah selesai digunakan.

“Alsintan ini tidak dimiliki secara penuh oleh satu kelompok tani. Jika sudah selesai digunakan, bisa dipakai kelompok lain di wilayah tersebut, dan penyalurannya tidak dipungut biaya,” ujar Prof. Muhammad Taufik, Senin 6 April 2026.

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Traktor diharapkan mempercepat pengolahan lahan, pompa air membantu petani menghadapi kekeringan, combine harvester mempercepat panen, dan drone mendukung modernisasi pertanian berbasis teknologi.***

Redaksi

Komentar