Investasi Sultra Melejit Awal 2026, Didominasi Modal Asing dan Sektor Industri Logam

SULTRA112 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Realisasi investasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan lonjakan signifikan pada triwulan pertama 2026.

Pemerintah provinsi (Pemprov) mencatat capaian investasi mencapai Rp13,1 triliun dalam periode Januari hingga Maret.

Kinerja ini terjadi di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, yang dinilai berhasil mendorong iklim investasi lebih kompetitif di daerah.

Kepala DPMPTSP Sultra, La Ode Muhammad Nurjaya, menjelaskan total investasi mencapai Rp13.105.624.852.016 atau tumbuh 194 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut juga telah memenuhi 36,18 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp36,22 triliun.

“Capaian ini menunjukkan tren positif yang cukup kuat di awal tahun, terutama didorong oleh masuknya investasi asing,” ujarnya.

BACA JUGA  Masyarakat Sultra Berkesempatan Mudik Gratis dengan Kapal Feri, 500 Kuota Motor Disediakan

Dominasi investasi masih dipegang oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang menyumbang Rp8,33 triliun atau 63,63 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi Rp4,76 triliun atau 36,37 persen.

Dari sisi sektor, industri logam dasar dan turunannya menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp7,92 triliun. Sektor pertambangan menyusul di posisi kedua dengan realisasi Rp2,72 triliun.

Secara wilayah, Kabupaten Kolaka menjadi daerah dengan nilai investasi tertinggi sebesar Rp8,68 triliun. Disusul Konawe Utara sebesar Rp2,39 triliun dan Kabupaten Konawe sebesar Rp1,22 triliun.

Adapun negara asal investasi terbesar berasal dari Singapura dengan nilai Rp5,05 triliun, diikuti Hong Kong sebesar Rp1,85 triliun dan Kanada sebesar Rp1,27 triliun.

BACA JUGA  Ekspor Langsung Perdana dari Kendari ke China, Pemprov Sultra Sebut Tonggak Penguatan Industri Daerah

Sejumlah perusahaan juga mencatatkan kontribusi besar, di antaranya PT Kolaka Nickel Indonesia dari kategori PMA dan PT Stargate Mineral Asia dari PMDN.

Lonjakan investasi ini turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 4.437 tenaga kerja terserap, terdiri dari 4.181 tenaga kerja Indonesia dan 256 tenaga kerja asing.

Selain itu, tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) juga meningkat 40,2 persen secara tahunan, dengan total 3.138 proyek yang melapor.

Pemerintah Provinsi Sultra optimistis tren positif ini akan terus berlanjut dan menjadi fondasi dalam mewujudkan visi pembangunan daerah “Harmoni Sultra: Produktif untuk Sultra Sejahtera” sepanjang tahun 2026.**

Komentar