Sultra Maimo 2026 Jadi Motor Penguatan UMKM, Pemprov Sultra dan BI Percepat Digitalisasi hingga Akses Ekspor

EKONOMI, SULTRA83 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Sultra Maimo 2026.

Kegiatan yang berlangsung di The Park Kendari pada 2–9 Agustus 2026 itu menjadi wadah kolaborasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal melalui digitalisasi, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi ekspor.

Sulawesi Tenggara memiliki beragam komoditas unggulan, mulai dari hasil perikanan, kopi, produk olahan pangan, kerajinan, wastra, hingga kuliner khas daerah. Namun, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini tidak lagi sebatas menghasilkan produk, melainkan meningkatkan nilai tambah, memenuhi standar mutu, memanfaatkan teknologi digital, memperoleh akses pembiayaan, serta menembus pasar nasional maupun internasional.

Melalui Sultra Maimo 2026, Pemerintah Provinsi Sultra dan Bank Indonesia menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri jasa keuangan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas, untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak utama perekonomian daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan ekonomi.

“Pengembangan UMKM kini menjadi bagian dari strategi pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan, tetapi juga peningkatan produktivitas, penguatan industri kreatif, dan optimalisasi potensi unggulan Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

BACA JUGA  HUT ke-62 Sultra Dipusatkan di Kendari, Usung Kolaborasi Harmoni Sultra dan Semarak Dirgantara 2026

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam mendorong percepatan digitalisasi melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Sulawesi Tenggara.

Hingga Triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai sekitar 350 ribu pengguna, atau tumbuh 23,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah merchant telah menembus 267 ribu pelaku usaha dengan pertumbuhan 28,49 persen (year on year) dan volume transaksi mencapai 5,23 juta transaksi.

Selain digitalisasi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga mendorong perluasan akses pasar melalui pembentukan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) yang melibatkan Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, serta berbagai instansi terkait.

GETRA dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang menyediakan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar pasar internasional dan memperluas jangkauan pemasaran produknya.

Gubernur mengajak seluruh pelaku UMKM memanfaatkan layanan tersebut untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membuka peluang ekspor produk unggulan Sulawesi Tenggara ke pasar global.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan Sultra Maimo bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA  Pemprov Sultra Percepat Penataan Aset untuk Tingkatkan MCP KPK

“Kemajuan UMKM hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, industri jasa keuangan, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga media massa,” ujarnya.

Sebagai implementasi dari kolaborasi tersebut, Sultra Maimo 2026 menghadirkan beragam kegiatan, seperti showcasing produk UMKM unggulan, Business Matching, Sultra Trade Forum, Festival Kuliner, Coffee Competition, Kompetisi Model Bisnis Sirkular, hingga Fashion Show Wastra.

Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga diharapkan mampu menghasilkan transaksi bisnis, memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM Sulawesi Tenggara.

Selain penyelenggaraan Sultra Maimo, Bank Indonesia juga akan menggelar Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 selama Agustus sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan sistem pembayaran digital.

Melalui berbagai program edukasi dan sosialisasi, Bank Indonesia berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku UMKM yang memanfaatkan QRIS sebagai metode transaksi yang aman, cepat, dan efisien, sehingga mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital sekaligus mempercepat transformasi UMKM di Sulawesi Tenggara.

Komentar