KKN Tematik Fakultas Farmasi UHO Petakan Risiko TBC di Kelurahan Abeli, Dorong Deteksi Dini

KENDARI, PENDIDIKAN86 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Tuberkulosis (TBC) terus dilakukan melalui kegiatan berbasis edukasi dan deteksi dini.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) Tahun 2026 melakukan pemetaan wilayah, skrining gejala, hingga audit risiko rumah tangga yang berpotensi mengarah pada TBC di Kelurahan Abeli, Kota Kendari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif mahasiswa bersama masyarakat untuk mengenali lebih awal potensi penularan TBC sekaligus mendorong warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemetaan wilayah pada Sabtu, 11 Juli 2026. Pemetaan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan, karakteristik masyarakat, serta sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran TBC.

Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar dalam menentukan sasaran pelaksanaan skrining dan kunjungan rumah kepada masyarakat.

Memasuki 21–29 Juli 2026, mahasiswa KKN melakukan skrining secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga di Kelurahan Abeli.

Ketua Tim KKN Tematik Fakultas Farmasi UHO, Dr. Suryani, S.Farm mengatakan dalam kegiatan ini mahasiswa melakukan pendataan dan wawancara mengenai kondisi kesehatan anggota keluarga, riwayat kontak dengan pasien TBC, serta keluhan yang berpotensi menjadi gejala penyakit tersebut.

BACA JUGA  Dukung Ketahanan Pangan, Pemkot dan TP PKK Kendari Bakal Gelar Gerakan Tanam Cabai Serentak

“Melalui skrining ini, masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap gejala TBC dan faktor risiko yang terdapat di lingkungan tempat tinggal. Deteksi lebih awal penting agar warga yang memiliki indikasi dapat segera memperoleh pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dikatakan, sejumlah gejala yang menjadi perhatian dalam proses skrining antara lain batuk berkepanjangan, demam dalam waktu lama, keringat pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta keluhan kesehatan lain yang perlu mendapat perhatian.

Tak hanya kondisi kesehatan, mahasiswa juga melakukan audit terhadap faktor risiko lingkungan rumah tangga. Beberapa aspek yang diamati meliputi kondisi ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Bagi warga yang ditemukan memiliki gejala maupun faktor risiko yang mengarah pada TBC, mahasiswa memberikan edukasi serta menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, khususnya Puskesmas.

“Temuan dalam skrining bukan merupakan diagnosis TBC. Karena itu, masyarakat yang memiliki gejala atau faktor risiko diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan agar dapat diketahui kondisi sebenarnya dan memperoleh penanganan yang sesuai,” lanjutnya.

BACA JUGA  Apoteker UHO Angkatan XIV Warnai Peringatan HKN ke-61 dengan Edukasi dan Aksi Sehat di Kendari

Selain mendorong pemeriksaan, mahasiswa juga mengedukasi masyarakat mengenai cara mengenali gejala TBC, pentingnya mencegah penularan di lingkungan keluarga, menjaga kualitas udara dan lingkungan rumah, serta menghindari pengobatan secara mandiri tanpa arahan tenaga kesehatan.

Melalui kegiatan tersebut, KKN Tematik Fakultas Farmasi UHO diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan warga.

“Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala, memahami faktor risiko, dan segera memeriksakan diri ketika terdapat keluhan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC,” harapnya

Program pemetaan, skrining, dan audit risiko rumah tangga ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam mendukung upaya kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukasi, deteksi dini, serta pendampingan kepada warga di tingkat lingkungan.

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan oleh tim KKN Tematik Fakultas Farmasi UHO yang diketuai Dr. Suryani, S.Farm., M.Sc., Apt., bersama Dr.rer.nat. Adryan Fristiohady, S.Farm., M.Sc., Apt., Nuralifah, S.Farm., M.Kes., Apt., Wa Ode Sitti Zubaydah, S.Si., M.Sc., Arfan, S.Farm., M.S.Farm., Apt., dan Sitti Raodah Nurul Jannah, S.Farm., M.S.Farm., Apt

Komentar