IESPA Nilai Kapolri Cup 2026 Jadi Jalan Lahirnya Talenta E-Sports Nasional

HUKUM104 Dilihat

IndeksSultra.com, Jakarta- Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai menjadi wadah besar bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, berkompetisi, serta mencetak prestasi di dunia olahraga elektronik.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza saat menghadiri Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2026.

Menurutnya, keunggulan utama Kapolri Cup 2026 terletak pada sistem kompetisi yang dibangun secara berjenjang, mulai dari tingkat kepolisian resor (Polres), kepolisian daerah (Polda), hingga tingkat nasional di Mabes Polri.

“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” kata Ibnu Riza.

Ia menilai pola kompetisi tersebut membuka peluang lebih luas bagi para pemain muda dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding secara profesional.

Kapolri Cup 2026 sendiri menjadi ajang terbuka bagi masyarakat umum. Para peserta mengikuti proses seleksi dan pertandingan melalui jajaran Polres serta Polda di wilayah masing-masing sebelum melaju ke tingkat nasional.

Tercatat sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres ikut ambil bagian dalam rangkaian kompetisi tersebut.

“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” ujar Ibnu.

Polri Dorong Ruang Digital yang Produktif

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan perkembangan teknologi digital telah membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, hingga meraih prestasi.

BACA JUGA  Polda Sultra Peringati Isra Mi’raj, Perkuat Nilai Spiritual dan Kepedulian Sosial Personel

Namun, menurutnya, perkembangan ruang digital juga harus diiringi dengan kesadaran dan tanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Ia menyebutkan berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Sekitar 48 persen pengguna internet di Indonesia berasal dari kelompok anak-anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun.

“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.

Ia menjelaskan, Polri juga berupaya memperkuat literasi digital melalui edukasi digital citizenship agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bijak sekaligus memahami risiko di dunia maya.

Menurutnya, e-sports yang sebelumnya hanya dianggap sebagai aktivitas hiburan kini telah berkembang menjadi ruang kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi,” katanya.

Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung, hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

BACA JUGA  Polda Sultra Kerahkan 694 Personel Amankan May Day Fiesta 2026 di Kendari

Selain hadir langsung di Jakarta, jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem e-sports nasional yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, dan prestasi generasi muda.

Dari Mimpi Menuju Prestasi

Mengusung tema “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 membawa pesan agar generasi muda mampu mengubah minat dan impian menjadi kemampuan nyata hingga menghasilkan prestasi.

Wakapolri berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan kompetisi sebagai ruang membangun sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan kepemimpinan.

“Kemenangan patut dibanggakan, tetapi semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

Selain berkompetisi, para peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan ruang digital.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Wakapolri.

Dengan tingginya partisipasi peserta dari berbagai wilayah Indonesia, Kapolri Cup 2026 menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam industri e-sports. Ajang ini diharapkan terus berlanjut sebagai wadah pembinaan talenta dari tingkat daerah hingga mampu tampil di panggung nasional dan internasional.***

Redaksi 

Komentar