OJK Sultra Perluas Agenda BIK 2026, Libatkan UMKM hingga Generasi Muda

EKONOMI, SULTRA73 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperluas cakupan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dengan melibatkan lebih banyak sektor dan kelompok masyarakat.

Program tahun ini mencakup edukasi keuangan bagi pelajar, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peragaan busana, hingga kegiatan olahraga.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan rangkaian BIK tahun ini dirancang dengan pendekatan yang lebih beragam dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Selain menghadirkan agenda baru, OJK juga memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan komunitas masyarakat.

“Yang pasti dibandingkan tahun lalu sudah ada beberapa perbedaan. Temanya berbeda, kemudian kepesertaannya sekarang kami melibatkan lebih banyak stakeholder,” kata Bismi di Kantor OJK Sultra.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah peragaan busana yang melibatkan perwakilan daerah melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi potensi daerah dalam rangkaian program inklusi keuangan.

BACA JUGA  HUT ke-62 Sultra Dipusatkan di Kendari, Usung Kolaborasi Harmoni Sultra dan Semarak Dirgantara 2026

OJK Sultra juga menyasar kalangan pelajar tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa melalui perlombaan yang mengedepankan edukasi keuangan. Salah satu kegiatan yang dirancang ialah Clash of Champion, dengan format berbeda dari lomba Ranking 1 yang digelar pada tahun sebelumnya.

Melalui pendekatan tersebut, edukasi keuangan diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima generasi muda. Dengan demikian, pemahaman mengenai layanan keuangan formal dapat diperkenalkan sejak usia sekolah hingga perguruan tinggi.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, keterlibatan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif turut diperluas. Produk yang akan ditampilkan tidak terbatas pada makanan dan minuman, tetapi juga mencakup kain tenun, tas, serta berbagai produk kreatif lainnya.

Partisipasi industri dalam rangkaian BIK 2026 juga diperluas dengan melibatkan perbankan, perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan, dan pelaku pasar modal. Selain itu, kegiatan akan membuka ruang kolaborasi dengan penyedia kendaraan listrik, pengembang perumahan, serta biro perjalanan umrah melalui lembaga jasa keuangan terkait.

BACA JUGA  Apoteker UHO Angkatan XIV Warnai Peringatan HKN ke-61 dengan Edukasi dan Aksi Sehat di Kendari

Perluasan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan lebih banyak pilihan produk dan layanan keuangan kepada masyarakat. Pada saat yang sama, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi peluang untuk mempertemukan UMKM dengan masyarakat dan berbagai pihak dalam ekosistem ekonomi daerah.

Dari sisi dukungan pemerintah, OJK Sultra menargetkan kehadiran lebih dari 10 kepala daerah dalam rangkaian kegiatan tahun ini. Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang dihadiri sekitar tujuh kepala daerah.

Peningkatan partisipasi pemerintah daerah diharapkan memperkuat sinergi dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong peningkatan literasi masyarakat di wilayah Sulawesi Tenggara.

Melalui BIK 2026, OJK Sultra berupaya menggabungkan edukasi keuangan, promosi produk lokal, kegiatan kreatif, dan partisipasi industri dalam satu rangkaian program. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan formal serta mendorong pemanfaatannya sesuai kebutuhan.

Redaksi

Komentar