Kerahkan 51 Personel, Polda Sultra Amankan PBB Cup Race 2026 di Kendari

HUKUM82 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengerahkan puluhan personel untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan keselamatan masyarakat selama penyelenggaraan PBB DPW Sultra Cup Race 2026 di kawasan Tugu Religi eks MTQ Kendari.

Ajang balap motor yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (3–4 Oktober 2026), tersebut mendapat pengamanan terpadu dari Ditlantas Polda Sultra bersama Polresta Kendari dan unsur pengamanan lainnya.

Sebanyak 51 personel bantuan kendali operasi (BKO) Polda Sultra diterjunkan untuk mendukung pengamanan, khususnya pada Ring 3 yang mencakup ruas jalan di sekitar lokasi perlombaan.

Direktur Lalu Lintas Polda Sultra, Kombes Pol. Dr. Argowiyono, turut melakukan pemantauan langsung guna memastikan pengaturan kendaraan, pengamanan kawasan, serta akses darurat tetap berjalan selama kegiatan berlangsung.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan akibat aktivitas peserta, panitia, dan masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan.

Selain mengatur arus lalu lintas, personel kepolisian juga memastikan adanya pemisahan antara lintasan balap, kawasan penonton, kendaraan peserta, kendaraan umum, serta jalur khusus untuk penanganan keadaan darurat.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan keamanan dan keselamatan, mengingat kegiatan balap motor di kawasan perkotaan membutuhkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kepadatan kendaraan dan jumlah penonton selama perlombaan.

BACA JUGA  Biro SDM Polda Sultra Gelar Anev Triwulan I 2026, Capaian Kinerja Masuk Kategori Sangat Baik

Petugas memastikan akses keluar-masuk kawasan tetap terkendali, sementara jalur darurat dijaga agar tidak terhalang kendaraan maupun aktivitas pengunjung.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan dilakukan melalui koordinasi antara Ditlantas Polda Sultra, Polresta Kendari, panitia penyelenggara, serta unsur terkait lainnya.

Masing-masing personel ditempatkan sesuai pembagian wilayah pengamanan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat.

Insiden di Tikungan Jadi Bahan Evaluasi

Meski pelaksanaan PBB Cup Race 2026 secara umum berlangsung kondusif, pada hari pertama perlombaan sempat terjadi insiden yang melibatkan kendaraan peserta balap.

Peristiwa tersebut terjadi di tikungan depan gedung DPRD ketika kendaraan peserta bersenggolan saat mengikuti perlombaan.

Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami luka ringan dan fraktur atau patah tulang.

Insiden tersebut menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi keselamatan, khususnya berkaitan dengan pengamanan lintasan dan antisipasi risiko kecelakaan selama perlombaan.

Pihak panitia penyelenggara juga telah menyerahkan surat pernyataan pertanggungjawaban kegiatan kepada Kapolresta Kendari.

Selain mencatat insiden tersebut, Ditlantas Polda Sultra melakukan evaluasi terhadap efektivitas pengamanan selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

Salah satu rekomendasi yang menjadi perhatian adalah perlunya memperkuat pembatas antara lintasan perlombaan dan area publik untuk mencegah masyarakat memasuki kawasan yang berisiko.

Penambahan garis polisi dinilai perlu dilakukan pada sejumlah titik, terutama ketika jumlah penonton meningkat menjelang sore hari.

BACA JUGA  Kapolda Sultra dan Kajati Perkuat Kolaborasi, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum yang Profesional

Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi penumpukan pengunjung yang berpotensi meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu kelancaran lalu lintas.

Selain itu, pengaturan arus kendaraan perlu terus disesuaikan dengan perkembangan situasi, termasuk perubahan jumlah penonton dan tahapan perlombaan yang sedang berlangsung.

Ditlantas Polda Sultra juga menyoroti pentingnya meningkatkan efektivitas komunikasi antara panitia atau event organizer (EO) dengan petugas pengamanan.

Penggunaan perangkat komunikasi handy talky (HT) perlu dioptimalkan agar setiap perubahan kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh personel yang bertugas.

Koordinasi yang cepat menjadi salah satu faktor penting dalam mengantisipasi gangguan keselamatan, terutama apabila terjadi insiden di lintasan maupun kepadatan kendaraan di sekitar kawasan perlombaan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan PBB DPW Sultra Cup Race 2026 dapat dikendalikan melalui penerapan manajemen lalu lintas, pengamanan kawasan, serta koordinasi terpadu antara kepolisian dan penyelenggara.

Ditlantas Polda Sultra berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan perbaikan dalam penyelenggaraan kegiatan otomotif berikutnya.

Pengamanan kegiatan masyarakat, termasuk ajang balap motor, diharapkan tetap mengedepankan prinsip keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dengan demikian, kegiatan olahraga otomotif dapat berlangsung tanpa mengabaikan keselamatan peserta, penonton, maupun masyarakat pengguna jalan di sekitar lokasi perlombaan.

Komentar