Cegah Kemacetan, Polda Sultra Evaluasi Jalur Angkutan Proyek Semen Conch di Kendari

HUKUM82 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Rencana pembangunan Terminal Khusus (TUKS) dan Packing Plant Semen Conch di Kota Kendari mendapat perhatian Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya terkait potensi peningkatan aktivitas kendaraan berat yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Kepolisian meminta agar seluruh aktivitas pengangkutan material selama pembangunan hingga distribusi semen pada tahap operasional direncanakan secara matang sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) yang berlangsung di Kafe Mauki, Kendari, Rabu (7/10/2026).

Pertemuan tersebut melibatkan Ditlantas Polda Sultra, Dinas Perhubungan Kota Kendari, Satlantas Polresta Kendari, PT Conch North Sulawesi Cement, serta CV Dalletama Engineering sebagai konsultan proyek.

Dalam pembahasan, kepolisian menyoroti sejumlah aspek yang berpotensi memengaruhi kondisi lalu lintas, mulai dari sumber pengambilan material konstruksi, jalur kendaraan pengangkut, hingga pengaturan waktu operasional kendaraan proyek.

Salah satu perhatian utama adalah potensi kepadatan lalu lintas akibat mobilitas kendaraan berat yang keluar-masuk kawasan pembangunan.

Karena itu, perusahaan diminta memastikan setiap lokasi pengambilan material memiliki perizinan yang jelas dan tercantum dalam dokumen pemenuhan Andalalin.

BACA JUGA  Wakapolda Sultra Resmi Buka Musda V KBPP Polri Tahun 2026

Kejelasan lokasi pengambilan material dinilai penting agar pergerakan kendaraan pengangkut dapat dipetakan dan diatur sejak awal, termasuk untuk mengantisipasi risiko kecelakaan maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Selain tahap konstruksi, pengaturan jalur distribusi ketika fasilitas mulai beroperasi juga menjadi perhatian dalam rapat tersebut.

Ditlantas Polda Sultra mengarahkan agar kendaraan distribusi menghindari kawasan Pasar Lapulu yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Penggunaan Jalan 40 turut menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam pengaturan rute angkutan guna mengurangi potensi penumpukan kendaraan di kawasan padat aktivitas.

Pengaturan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional perusahaan dan kepentingan masyarakat yang menggunakan jalan umum.

Perusahaan Diminta Kendalikan Debu Kendaraan Proyek

Tidak hanya menyoroti persoalan lalu lintas, rapat koordinasi juga membahas potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan selama proses pembangunan fasilitas semen tersebut.

Aktivitas kendaraan pengangkut material berpotensi menimbulkan debu dan membawa sisa material ke badan jalan apabila tidak disertai langkah pengendalian yang memadai.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perusahaan diminta menyiapkan fasilitas pencucian roda kendaraan sebelum keluar dari kawasan proyek.

Selain itu, kendaraan pengangkut material diwajibkan menggunakan penutup berupa terpal guna mencegah material tercecer selama perjalanan.

BACA JUGA  Polda Sultra Tebar Kepedulian Ramadan, Ratusan Takjil Dibagikan Serentak di Kendari

Penyediaan mobil tangki air juga menjadi salah satu langkah yang dibahas untuk membantu mengurangi debu akibat aktivitas konstruksi.

Langkah pengendalian tersebut diperlukan agar pelaksanaan pembangunan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat maupun membahayakan pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan proyek.

Ditlantas Polda Sultra menekankan pentingnya penerapan langkah pencegahan sejak tahap perencanaan, mengingat dampak lalu lintas dan lingkungan dapat meningkat seiring intensitas kegiatan pembangunan.

Dalam rapat tersebut, pihak PT Conch North Sulawesi Cement menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti masukan dari instansi terkait serta melengkapi persyaratan yang dibahas dalam proses Andalalin.

Koordinasi lintas instansi ini menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan investasi dan pembangunan infrastruktur industri tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Ditlantas Polda Sultra berharap perencanaan jalur angkutan, pengaturan waktu operasional kendaraan, serta pengendalian dampak lingkungan dapat diterapkan secara konsisten.

Dengan demikian, pembangunan Terminal Khusus dan Packing Plant Semen Conch Kendari diharapkan dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan, kenyamanan masyarakat, serta kelancaran aktivitas transportasi di Kota Kendari.

Komentar