Terima Pesan TikTok Tengah Malam, Tim Perintis Pold Sultra Bantu Perempuan Sakit Sendirian di Kos

HUKUM93 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Respons cepat ditunjukkan Tim Perintis Presisi Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah menerima permintaan pertolongan dari seorang perempuan yang mengalami sakit saat berada seorang diri di kamar kosnya di Kota Kendari.

Perempuan berinisial W tersebut meminta bantuan melalui pesan langsung atau direct message (DM) akun TikTok resmi Tim Perintis Polda Sultra, Senin (5/10/2026) dini hari.

Saat itu, W berada di rumah kos yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Permintaan bantuan diterima ketika personel Tim Perintis Presisi Polda Sultra sedang melaksanakan patroli rutin untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui akun TikTok @perintispresisipoldasultra, W mengaku mengalami gangguan asam lambung hingga tubuhnya gemetar. Ia meminta bantuan petugas untuk mendapatkan obat karena tidak mampu membelinya sendiri.

“Saya butuh obat asam lambung, sy sudah gemetar nanti saya keluar ambil ndpp ji,” tulis W dalam pesan yang dikirimkan kepada petugas.

Menerima pesan tersebut, personel kepolisian tidak langsung mengabaikannya. Tim terlebih dahulu melakukan pengecekan untuk memastikan laporan yang diterima benar-benar berasal dari warga yang membutuhkan pertolongan.

BACA JUGA  Dispensasi Jalan Tambang Dievaluasi, Tim Terpadu Soroti Keselamatan dan Kerusakan Infrastruktur di Konawe

Komandan Tim (Dantim) Perintis Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mempertanyakan kebenaran laporan tersebut karena banyaknya aduan yang masuk melalui media sosial.

“Awalnya kami curiga jangan sampai ditipu lagi, karena banyak laporan yang masuk. Setelah kami datang ke lokasi, ternyata memang betul dia sedang kesakitan,” kata Boy.

Setelah memastikan lokasi yang disampaikan, personel langsung mendatangi rumah kos W untuk melihat kondisinya.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati perempuan tersebut dalam keadaan kesakitan akibat gangguan lambung yang dialaminya.

Kepada polisi, W mengaku tidak memiliki kendaraan untuk keluar membeli obat. Ia juga menyampaikan tidak mempunyai keluarga di Kendari yang dapat dimintai bantuan ketika mengalami kondisi tersebut.

Mengetahui situasi itu, personel Tim Perintis Presisi menawarkan bantuan untuk mengantarkan W ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.

Namun, W memilih tidak dibawa ke rumah sakit karena merasa kondisinya akan membaik setelah mengonsumsi obat lambung.

Petugas kemudian berinisiatif mencarikan dan membelikan obat yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, personel juga membawa air mineral, roti, serta sejumlah makanan ringan untuk membantu memenuhi kebutuhan W.

BACA JUGA  Kapolda Sultra Minta Ditpolairud Tingkatkan Patroli Perairan dan Perkuat Kesiapsiagaan Personel

Bantuan sederhana tersebut mendapat apresiasi dari perempuan yang sebelumnya kesulitan mencari pertolongan karena berada seorang diri di rumah kos.

“Terimakasih pak, udah repot-repot,” ungkap W kepada personel kepolisian.

Peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat menjadi salah satu sarana komunikasi antara masyarakat dan kepolisian, termasuk untuk menyampaikan permintaan bantuan dalam situasi mendesak.

Bagi Tim Perintis Polda Sultra, kegiatan patroli tidak hanya diarahkan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan, tetapi juga merespons kebutuhan warga yang memerlukan pertolongan.

Kehadiran personel di lokasi menjadi bagian dari pelayanan kepolisian yang mengedepankan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

Polda Sultra juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi kepolisian apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan petugas.

Selain melalui kanal komunikasi resmi kepolisian, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Polri 110 untuk menyampaikan laporan maupun permintaan pertolongan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.

Komentar