OJK Gandeng 14 Kepala Daerah dan Tujuh Universitas Perkuat Literasi Keuangan di Sultra

RAGAM90 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan media massa untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Adi Budiarso, mengatakan peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan harus dibarengi edukasi yang berkelanjutan. Langkah ini diperlukan agar masyarakat tidak hanya menggunakan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, dan cara pemanfaatannya secara tepat.

Dalam pembukaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Kota Kendari, Sultra, Adi mengungkapkan OJK telah membangun sinergi dengan 14 bupati dan wali kota serta tujuh perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan edukasi keuangan sekaligus memperkecil kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi keuangan.

“Nah, ini kita ingin coba terus dorong, tingkatkan,” ujarnya saat menjelaskan upaya OJK meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat.

BACA JUGA  Irjen Didik Agung Widjanarko Pamit dari Polda Sultra, Titip Pesan Jaga Soliditas

Menurut Adi, peningkatan literasi keuangan tidak dapat hanya mengandalkan peran regulator. Keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan agar edukasi mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan layanan digital, dan perlindungan konsumen dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Perguruan tinggi memiliki peran melalui kajian akademik dan kegiatan edukasi, sedangkan media massa dapat membantu menyebarluaskan informasi keuangan kepada masyarakat secara lebih luas.

Keterlibatan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk mendekatkan program edukasi dengan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui sinergi tersebut, penyampaian informasi diharapkan lebih efektif dan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum memperoleh pemahaman keuangan secara memadai.

Adi menambahkan, perkembangan teknologi digital membuat edukasi keuangan semakin mendesak. Masyarakat kini dapat mengakses berbagai produk keuangan dengan lebih mudah, tetapi kemudahan tersebut juga membawa risiko apabila tidak disertai pengetahuan yang cukup.

Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan mengenali potensi penipuan, menjaga keamanan transaksi, serta memahami karakteristik produk keuangan sebelum menggunakannya.

BACA JUGA  Wakapolri Resmikan Pertapakan Mako Brimob di Sultra, Perkuat Keamanan dan Dukung Proyek Strategis Nasional

Selain meningkatkan literasi, OJK turut mendorong kebiasaan menabung dan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedua aspek tersebut dinilai berperan dalam memperkuat ketahanan keuangan rumah tangga sekaligus mendukung pengembangan usaha produktif.

Bagi pelaku UMKM, akses pembiayaan yang disertai pemahaman keuangan dapat membantu pengelolaan modal, perencanaan usaha, dan pengambilan keputusan bisnis secara lebih terukur.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan media massa, OJK berharap edukasi keuangan dapat berlangsung secara konsisten dan menjadi gerakan bersama di Sulawesi Tenggara.

Dengan demikian, peningkatan inklusi keuangan tidak hanya tercermin dari semakin luasnya akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memanfaatkannya secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.***

Redaksi

Komentar