Kinerja Industri Perbankan di Sultra Tercatat Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp62,29 Triliun

EKONOMI86 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Kinerja industri perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra)  pada triwulan I 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi nasional.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra mencatat pertumbuhan aset, penghimpunan dana masyarakat, hingga penyaluran kredit masih bergerak positif.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan daerah tetap terjaga dan ditopang penguatan intermediasi perbankan serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Dikatakan, total aset perbankan di Sultra hingga Maret 2026 tercatat mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan. Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp33,76 triliun atau naik 5,25 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA  Satgas PASTI Bongkar Dugaan Penipuan Berkedok Trading dan Periklanan Digital

“Stabilitas sektor jasa keuangan daerah terjaga dengan baik dan menunjukkan tren positif di awal tahun 2026,” ujarnya.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp54,43 triliun atau tumbuh 4,86 persen secara tahunan. Kredit konsumsi masih menjadi penopang utama dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja 32 persen dan kredit investasi 19,6 persen.

OJK Sultra juga mencatat kualitas kredit masih berada pada level sehat dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,85 persen. Di sisi lain, penyaluran kredit untuk sektor UMKM mencapai Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit perbankan Sultra.

BACA JUGA  Pasar Modal Sultra Catatkan Pertumbuhan Signifikan di 2025, Investor Reksa Dana Mendominasi

“Sektor rumah tangga, perdagangan, pertanian, industri pengolahan, hingga pertambangan masih menjadi tulang punggung penyaluran kredit di daerah,” ungkapnya.

Sementara Kota Kendari tetap menjadi pusat aktivitas perbankan dengan total kredit Rp23,09 triliun dan penghimpunan DPK mencapai Rp20,45 triliun.

Komentar