BIK Sultra 2026 Catat Pembiayaan Rp67,50 Miliar dan 4.889 Rekening Baru

EKONOMI, RAGAM76 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Sulawesi Tenggara mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp67,50 miliar selama dua hari pelaksanaan, 24-25 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Eks MTQ Sultra tersebut juga menghasilkan pembukaan 4.889 rekening baru dan menarik 5.778 pengunjung. Selain itu, sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan edukasi keuangan.

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil pelaksanaan BIK 2026 yang digelar untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan lembaga jasa keuangan sekaligus memperluas pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan keberhasilan inklusi keuangan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pembiayaan atau jumlah rekening yang dibuka. Akses tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA  OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN

“Angka itu secara statistik, tapi satu rekening adalah satu keluarga yang mulai menabung untuk masa depan anaknya. Setiap satu petani yang tidak lagi takut kehilangan segalanya. Setiap satu warga yang teredukasi adalah satu korban investasi ilegal yang berhasil kita selamatkan,” ujar Bismi saat menutup BIK Sultra 2026, Minggu (25/10/2026) malam.

Menurutnya, perluasan akses keuangan perlu diikuti pemahaman yang memadai agar masyarakat dapat memilih produk keuangan sesuai kebutuhan dan memahami risiko yang menyertainya.

BACA JUGA  Bank Sultra Serahkan Mobil Jenazah untuk RSUD Bahteramas, Gubernur Minta Layanan Gratis

Karena itu, OJK Sultra mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan lembaga jasa keuangan agar program inklusi keuangan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

Perluasan akses tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha masyarakat, meningkatkan kebiasaan menabung, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Penutupan BIK 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa capaian selama kegiatan berlangsung perlu ditindaklanjuti melalui program berkelanjutan, sehingga akses layanan keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan semata.***

Redaksi

Komentar