OJK Dorong Masyarakat Sisihkan 10 Persen Pendapatan untuk Persiapan Hari Tua

EKONOMI90 Dilihat

IndeksSultra.com, Kendari- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat membangun kebiasaan menabung sejak dini dengan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan keuangan rumah tangga sekaligus mempersiapkan kebutuhan saat memasuki usia lanjut dan tidak lagi produktif bekerja.

Anggota Dewan Komisioner OJK RI, Adi Budiarso, mengatakan literasi keuangan tidak cukup hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga perlu mendorong perubahan perilaku dalam mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, dan merencanakan kebutuhan jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Adi usai membuka kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (24/10/2026).

Ia menyarankan masyarakat yang telah memiliki penghasilan untuk mengalokasikan sekitar 10 persen pendapatannya sebagai tabungan. Namun, bagi masyarakat yang belum mampu mencapai angka tersebut, kebiasaan menabung dapat dimulai dengan persentase yang lebih kecil.

BACA JUGA  Kuasai 39,5 Persen Market Share, Kalla Toyota Hadir Diberbagai Segmen

“Kalau misalnya sudah bekerja, nabunglah 10 persen. Kalau tidak bisa 10 persen, coba 6 persen. Mulai, pokoknya menabung untuk apa? Untuk hari tua,” ujarnya.

Menurut Adi, konsistensi menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan menabung. Dengan menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan masa depan sekaligus menyediakan dana cadangan untuk menghadapi pengeluaran tidak terduga.

Perencanaan keuangan sejak usia produktif juga diperlukan agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada penghasilan aktif ketika memasuki masa pensiun atau tidak lagi mampu bekerja.

Selain mendorong kebiasaan menabung, Adi menyoroti pentingnya memperdalam sektor keuangan agar dana masyarakat dapat dikelola dan dimanfaatkan secara produktif. Ia menyebut aset sektor asuransi dan pensiun di Indonesia masih memiliki ruang untuk berkembang dibandingkan dengan ukuran perekonomian nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keuangan jangka panjang. Selain tabungan, masyarakat perlu mengenali berbagai pilihan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan finansial, dan profil risiko masing-masing.

BACA JUGA  Astra Motor Sulsel Bagikan Tips #Cari_Aman Berkendara Selama Ramadan

Meski demikian, keputusan menggunakan produk keuangan harus didasarkan pada pertimbangan yang matang. Masyarakat perlu memastikan legalitas penyedia layanan, memahami manfaat dan ketentuan produk, serta memperhitungkan kemampuan keuangan sebelum mengambil keputusan.

OJK menilai edukasi keuangan berperan penting dalam membentuk perilaku finansial yang lebih sehat. Pemahaman yang memadai diharapkan membantu masyarakat mengelola pendapatan secara lebih terarah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan menyiapkan sumber daya untuk masa depan.

Melalui dorongan menabung sejak dini, OJK berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya persiapan hari tua. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga dalam jangka panjang.

Komentar